PEMBELAJARAN TERPADU

 

A. PENDAHULUAN

Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 bertujuan untuk mengembang kan potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhalak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendidikan Nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan mutu dan relevansi serta efesiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun

Peningkatan mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah bathin (transendensi), olah pikir (kognisi), olah rasa (afeksi), dan olah kinerja (psikomotoris). Peningkatan mutuàdaya saing global. Peningkatan relevansiàpotensi SDA. Peningkatan efesiensi manajemen pendidikanà MBS dan Otonomi PT serta pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terperinci, terarah, dan berkesinambungan.

Implementasi UU No 20 th 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) dijabarkan ke sejumlah peraturan a.l PP No. 19 th 2005 ttg Standar Nasional Pendidikan meliputi: Standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana pendidikan, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. KTSP dikembangkan oleh sekolah dan komite dengan berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan.

Kurikulum yang dibuat oleh BNSP dikembangkan berdasarkan prinsip:

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan  kepentingan peserta didik dan lingkungannya;

2. Beragam dan terpadu;

3. Tanggap terhadap perkembangan IPTEKS;

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan;

5. Menyeluruh dan berkesinambungan;

6. Belajar sepanjang hayat;

Pasal 17 ayat 2 Pendidikan dasar adalah SD dan SMP

Pasal 18 ayat 2 Pendidikan menengah berbentuk SMA, MA dan SMK, MAK

B. Urgensi Pengembangan Model Pembelajaran Terpadu pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

Model pembelajaran terpadu pada hakekatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individu maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistis dan autentik (Depdikbud, 1996:3). Model ini mencoba memadukan beberapa pokok bahasan (Beane, 1995, dalam Puskur2007:1)

dengan model ini dapat memperoleh pengalaman langsung sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan menerapkan konsep yang telah dipelajari secara menyeluruh dan terpadu melalui tema atau topik tentang suatu wacana yang dibahas dari berbagai sudut pandang ilmu.

C. Tujuan Pembelajaran Terpaduà Sebagai kerangka acuan bagi guru dan pihak terkait:

1.  Memberi wawasan bagi guru tentang apa, mengapa, dan  bagaimana pembelajaran terpadu;

2. Memberikan bekal keterampilan untuk dapat  menyusun silabus, dan RPP, serta penilaian.

3. Bekal kemampuan melaksanakan pembelajaran  terpadu kepada para  guru, dan pihak terkait.

D.  Ruang lingkupnya meliputi: Karakteristik pembelajaran. Pelaksanaan   terpadu meliputi: Karakteristik, pelaksanaan, dan penilaian baik dalam kelas maupun luar kelas; Harus menggunakan tema yang relevan dan berkaitan, semua aspek baik materi, media, sarana dan perasarana, evaluasi untuk guru dan peserta didik.

I. TINJAUAN UMUM MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

1. Model pembelajaran lebih luas dari strategi, metode, prosedur

2. Ciri model:

2.1 Rasional, teoritis, logis;

2.2 Landasan pemikiranà apa dan bagaimana;

2.3 Tingkah laku mengajar.

3. Kualitas model dapat dilihat dari proses dan produk (menyenangkan, aktif dan kreatif).

II. KONSEP DASAR MODEL PEMBELAJARAN TERPADU

1. Memadukan beberapa materi pelajaran ke dalam suatu Thema

2. Prinsip Dasarnya:

Terkait dengan kehidupan sehari-hari dan tidak  memaksakan.

3. Prinsip Penggalian Thema:

3.1 Tidak terlalu luas

3.2 Bermakna

3.3 sesuai dengan tingkat perkembangan psikologis anak

3.4 Mewadahi minat anak

3.5 Peristiwa otentik dalam rentang waktu belajar

3.6 Mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta  harapan masyarakat

3.7 Ketersediaan sumber belajar.

4. Prinsip Pengelolaan:  Guru sebagai fasilitator dan mediator (tidak  mendominasi, tanggung jawab jelas, akomodasi  ide-ide).

5. Prinsip Evaluasi: Evaluasi dari peserta didik dan guru.

6. Prinsip Reaksi: Dampak pengiring.

7. Pentingnya Pembelajaran Terpadu:

7.1. Dunia anak adalah dunia nyata;

7.2. Terorganisir;

7.3. Pembelajaran lebih bermakna;

7.4. Pengembangan kemampuan diri;

7.5. Memperkuat kemampuan yang diperoleh;

7.6. Efesiensi waktu

III. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TERPADU

Menurut Depdikbud, 1996:3: 1. Holistik; 2. Bermakna;

3. Otentik; 4. Aktif

IV. LANGKAH (SINTAKS)

4.1Menurut Hadi Subroto, (2002:21) à  1. Tujuan; 2. Materi/media; 3. Skenario;  4. Evaluasi.

4.1.1 Tahap perencanaan:

4.1.1.1 Jenis dan ketrampilan mata pelajaran;

4.1.2.1 Memilih kajian materi, SK, KD, Indikator;

4.1.3.1 Sub ketrampilan yang dipadukan;

4.1.4.1 Merumuskan indikator hasil belajar;

4.1.5.1 Langkah pembelajaran .

4.1.2 Tahap pelaksanaan.

Prinsip utama meliputi:

4.1.2.1 Guru tidak mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru sebagai fasilitator yg memungkinkan peserta  didik

mandiri.

4.1.2.2 Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas yg menuntut adanya kerjasama.

4.1.2.3 Guru perlu akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang  sama sekali tidak terpikirkan dalam proses

perencanaan ( Depdiknas, 1996 : 6 )

4.1.3 Tahap Evaluasi

4.3.1 Prinsip Evaluasi Pembelajaran Terpadu (Depdiknas, 1996:6)

1. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan evaluasi diri.

2. Guru mengajak  peserta didik mengevaluasi perolehan belajar.

 

PENGEMBANGAN PERANGKAT DALAM PROSES PEMBELAJARAN

  1. (Buku Siswa, Silabus, RPP, LKS, Tes Hasil Belajar (THB), Media pembel

Silabus > Prinsipnya: Ilmiah, Relevan, Sistematis, Konsisten, Memadai, Aktual dan kontektual, Fleksibel, Menyeluruh; disamping itu juga memperhatikan  kemasan waktu yang tersedia baik persemester, tahun dan alokasi waktu permata pelajaran sesuai dengan SK dan KD.

2.  Langkah Pengembangan Silabus:

1. Mengkaji SK dan KD

1.1 Berdasarkan khirarkhi SK, KD

1.2 Keterkaitan antara SK dengan KD dalam mata pelajaran

1.3 Keterkaitan antara SK dgn KD antar mata pelajaran

2. Mengidentifikasi materi pokok pembel dengan mempertimbangkan: potensi peserta didik, relevansi dengan karakteristik

daerah, tingkat perkemb peserta didik, kebermanfaatan bagi peserta didik, struktur keilmuan, aktualitas  kedalaman dan

keluasan materi, relevansi dengan kebutuhan peserta didik, alokasi waktu.

3. Mengembangkan kegiatan pembelejaran  (pengalaman bel) dengan memperhatikan:  kemampuan guru, peserta didik.

4. Merumuskan indikator yang mencakup sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Dan sebagai dasar menyusun alat penilaian.

5. Penentuan jenis penilaian ; Hal yang perlu dipertimbangkan dalam penilaian: pencapaian kompetensi, kemampuan peserta

didik, penentuan tindak lanjut, sesuai dengan pengalaman belajar.

6. Penentuan Alokasi waktu.